topbella

Sabtu, 20 Oktober 2012

Report

CAMEL


        Camel has is latin name Camellus dromedaries . It is included in ordo artidactylla and included in the class of mammals. Camel is one of the strongest animals in the world , because the camel can live in the desert with temperatur less than 500 C  survive for days without food and water. Camel can carry the load of hundreds of pounds for days.
Camels have eyelashes linkage system. In case of danger , it is automatically shut down fur. Eyelashes prevent the entry of dust into the eyes. The nose and ears are covered by long hair to protect from dust and sand.
Camel has humps, mounds of fat that is found in the back. Hump camel prepare nutrients for it when it has trouble food and hunger.Its feet have large size with broad soles and bulging. The thickness skin in the sole of feet to protect against the very hot sand.


Resensi Buku Alexandria



Judul  Buku                         : Alexandia
Pengarang                          : Salmon Aristo
Penerbit                              : Gagas Media
Tahun Terbit                      : Cetakan pertama , November 2005
                                                  Cetakan kelima , Januari 2006
Tebal                                   : 196 halaman
Ukuran                                : 11,5 cm x 19 cm


Bagas Gunawan, Alexandra Yasmina dan Raffi Primasto berteman  sejak kecil. Bagas sangat menyukai Alexandria (yang biasa dipanggil Alex) sejak kecil, Raffipun tau akan hal itu. Sampai-sampai Bagas tau semua kesukaan Alex. Mulai dari suka membaca komik dan keinginan Alex untuk pergi ke kota Alexandria. Bagas juga tau kenapa Alex dikasih nama Alexandra, karena ayahnya juga penggemar komik. Nama sebenarnya adalah Alexandra tetapi karena aktenya salah ketik namanya menjadi Alexandria. Raffi sangat dekat dengan Bagas tetapi dia tidak dekat dengan Alex. Setelah mereka dewasa Bagas melanjutkan study ke Melbourne sedangkan Alex dan Raffi tetap study di Jakarta. Raffi masih tetap suka ganti-ganti pacar dan minum-minuman keras. Sampai suatu saat Alex menyadarkannya.  Akhirnya mereka menjadi dekat dan timbullah perasaan cinta di antara mereka.
Akhirnya Bagas pulang ke Jakarta karena studynya telah selesai. Tetapi betapa terkejutnya Bagas menghadapi kenyataan bahwa Alex, orang yang dicintainya justru akan bertunangan dengan Raffi sahabatnya sendiri. Bagas tidak bias menerima semua itu. Sampai suatu saat dia bertemu dengan Dhira, bekas kekasih Raffi. Bagaspun menyusun rencana dengan Dhira untuk menghancurkan hubungan Alex dengan Raffi. Dhira membohongi Alex dan Raffi dengan mengatakan bahwa dia dulu pernah hamil dengan Raffi tetapi digugurkan. Akhirnya Alex marah dengan Raffi dan membatalkan rencana pertunangan mereka.
Bagas dan Dhirapun bahagia karena telah berhasil menghancurkan hubungan Alex dan Raffi. Bagas mencoba mendekati Alex demikian juga dengan Dhira berusaha mendekati Raffi. Tetapi usaha mereka sia-sia, karena ternyata Alex tidak bias melupakan Raffi begitu juga sebaliknya. Akhirnya Bagas dan Dhira menyerah dan berterus terang pada Alex dan Raffi bahwa semua yang dikatakan Dhira adalah bohong. Bagas benar-benar menyesal dan berjanji akan memperbaiki hubungan Raffi dan Alex. Raffi dan Alex akhirnya menikah. Bagas memberikan kado kepada mereka berupa tiket bulan madu ke Alexandria yaitu sebuah kota di Mesir yang dulu sangat diidam-idamkan oleh Alex. Bagas senang melihat kebahagiaan Alex dan Raffi melalui CD yang dikirimkan untuknya. Bagas yakin suatu saat iapun akan bahagia. Mungkin dengan Anjani teman sekantor yang begitu mencintainya.
Kisah tentang persahabatan yang kemudian berubah menjadi sebuah pengkhianatan karena “cinta” membuat cerita itu menjadi menarik. Rangkaian ceritanya yang begitu padu membuat saya seakan-akan ikut andil dalam cerita tersebut. Novel ini memiliki beberapa kata yang kurang dimengerti para pembaca, namun pengarang tidak menjelaskan arti dari kata tersebut. Contohnya kata labirin, menisiki dan kredo.





Batu Pipisan


ZAMAN BATU TENGAH

   A.   NAMA BENDA
Batu Pipisan dan Gandhik

   B.    PENEMU
Batu piipisan dan batu penggilingan tersebut ditemukan Bpk. Engkar ketika menggali tanah untuk pondasi bangunan. Menurut keterangganya, ketika ditemukan batu pipisan dengan batu penggilingan terpisah pada jarak sekitar 50 Cm.

   C.    KEGUNAAN
Batu pipsan dan penggilingan (gandhik) berfunsi untuk menghaluskan ramuan obat. Tanda adanya pemakaian terlihat dari permukaanya yang halus. Pada beberapa candi Jawa Tengah (misalnya ; Borobudur) terdapat relief yang menggambarkan orang meramu obat.Selain itu juga digunakan untuk menggiling makanan dan untuk menghaluskan cat merah. Sampai sekarang batu pipisan dan gandhik, belum pernah ditemukan dalam satu konteks dengan tinggalan masa pra-sejarah. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa benda arkeologis tersebut secara kronologis berasal dari masa klasik, mungkin dari jaman kerajaan Sunda Kuno.

   D.    DAERAH PENEMUAN
Ditemukan di halaman rumh Bpk. Engkar bin Sugandi, Kampung Sindangsari RT 03/02, Desa Cinunuk. Lokasi penemuan merupakan suatu perkampungan padat penduduk. Secara geografis wilayah ini berada pada koordinat 7º 10’ 40’ LS dan 107º 57’ 53’ BT. Bentang alam daerah tersebut merupakan pedataran vulkanik dengan ketinggian sekitar 700 m. di atas permukaan laut.


Mencontek Pada Saat Ulangan


MENCONTEK PADA SAAT ULANGAN

Mencontek adalah hal yang tidak asing bagi pelajar pada masa kini. Pelajar sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa. Tetapi juga diketahui mencontek merupakan hal yang tidak baik, maka kita harus menjauhinya.

Faktor Penyebab :
v  Ingin mendapatkan nilai yang bagus.
v  Ingin cepat menyelesaikan soal dan segera keluar dari ruang tes.
v  Tidak percaya diri terhadap jawabannya.
v  Malas belajar, sehingga memacu untuk mencontek.
v  Takut remidi karena KKM tinggi.

Tujuan :
ü  Menyadarkan bahwa mencontek itu adalah perbuatan yang tercela.
ü  Menyadarkan akan kemampuan diri sendiri.
ü  Supaya siswa tidak bergantung pada orang lain.
ü  Menyadarkan bahwa mencontek juga merugikan orang lain.

Dampak :
Dampak positif (+) :
  • Mendapatkan nilai yang tinggi tanpa berusaha.
Dampak negatif (-) :
  • Jika ketahuan mencontek akan dikeluarkan dari ruang tes atau dikurangi nilainya
  • Menipu diri sendiri.
  • Jika mencontek terlalu sering akan dijuluki “contekers” di suatu kelas.
  • Jika sering mencontek, teman-teman akan menganggap remeh atau tidak percaya akan kemampuannya.

Solusi :
Ø  Menanamkan iman bahwa mencontek adalah perbuatan yang tidak terpuji. Caranya dengan mendekatkan diri kepada Allah.
Ø  Yakin akan diri sendiri, bahwa tanpa mencontek kita mampu mengerjakan.
Ø  Belajar dengan sungguh-sungguh.
Ø  Belajar dengan rutin. Jangan hanya belajar kalau akan ulangan.

Kesimpulan :
Mencontek adalah perilaku yang tidak terpuji atau tidak baik. Sehingga untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas dimata Allah dan semua orang kita sebagai pelajar harus meninggalkan kebiasaan tersebut !

Larutan


KIMIA LARUTAN
Komponen Larutan
Larutan adalah campuran homogen (komposisinya sama), serba sama (ukuran partikelnya), tidak ada bidang batas antara zat pelarut dengan zat terlarut (tidak dapat dibedakan secara langsung antara zat pelarut dengan zat terlarut), partikel- partikel penyusunnya berukuran sama (baik ion, atom, maupun molekul) dari dua zat atau lebih. Dalam larutan fase cair, pelarutnya (solvent) adalah cairan, dan zat yang terlarut di dalamnya disebut zat terlarut (solute), bisa berwujud padat, cair, atau gas. Dengan demikian, larutan = pelarut (solvent) + zat terlarut (solute). Khusus untuk larutan cair, maka pelarutnya adalah volume terbesar.
Ada 2 reaksi dalam larutan, yaitu:
a) Eksoterm, yaitu proses melepaskan panas dari sistem ke lingkungan, temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat- zat kimia yang bersangkutan akan turun.
b) Endoterm, yaitu menyerap panas dari lingkungan ke sistem, temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat- zat kimia yang bersangkutan akan naik.
Larutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
a) Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh ( masih dapat larut).
b) Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat jenuh.
c) Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap).
Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut, larutan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a) Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute dibanding solvent.
b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding solvent.
Dalam suatu larutan, pelarut dapat berupa air dan tan air.
Contoh soal komponen larutan
Tentukan pelarut dan zat terlarut dalam larutan alkohol 25% dan 75%?
Jawab:
a. Dalam larutan alkohol 25% misalnya terdapat 100 gram larutan alkohol.
Zat terlarut = 25 % x 100 gram = 25 gram (alkohol)
Zat pelarut = 75% x 100 gram = 75 gram ( air)
b. Dalam larutan alkohol 75% misalnya terdapat 100 gram larutan alkohol.
Zat terlarut = 25% x 100 gram = 25 gram (air)
Zat pelarut = 75% x 100gram = 75 gram (alkohol)
Jadi, untuk larutan cair maka pelarutnya adalah volume terbesar
Konsentrasi Larutan
Konsentrasi larutan dapat dibedakan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, larutan dapat dibedakan menjadi larutan pekat dan larutan encer. Dalam larutan encer, massa larutan sama dengan massa pelarutnya karena massa jenis larutan sama dengan massa jenis pelarutnya. Secara kuantitatif, larutan dibedakan berdasarkan satuan konsentrasinya. Ada beberapa proses melarut (prinsip kelarutan), yaitu:
a) Cairan- cairan
Kelarutan zat cair dalam zat cair sering dinyatakan “Like dissolver like” maknanya zat- zat cair yang memiliki struktur serupa akan saling melarutkan satu sama lain dalam segala perbandingan. Contohnya: heksana dan pentana, air dan alkohol => H- OH dengan C2H5- OH.
Perbedaan kepolaran antara zat terlarut dan zat pelarut pengaruhnya tidak besar terhadap kelarutan. Contohnya: CH3Cl (polar) dengan CCl4 (non- polar).Larutan ini terjadi karena terjadinya gaya antar aksi, melalui gaya dispersi (peristiwa menyebarnya zat terlarut di dalam zat pelarut) yang kuat. Di sini terjadi peristiwa soluasi, yaitu peristiwa partikel- partikel pelarut menyelimuti (mengurung) partikel terlarut. Untuk kelarutan cairan- cairan dipengaruhi juga oleh ikatan Hydrogen.
b)Padat- cair
Padatan umumnya memiliki kelarutan terbatas di cairan hal ini disebabkan gaya tarik antar molekul zat padat dengan zat padat > zat padat dengan zat cair. Zat padat non- polar (sedikit polar) besar kelarutannya dalam zat cair yang kepolarannya rendah. Contohnya: DDT memiliki struktur mirip CCl4 sehingga DDT mudah larut di dalam non- polar (contoh minyak kelapa), tidak mudah larut dalam air (polar).
c) Gas- cairan
Ada 2 prinsip yang mempengaruhi kelarutan gas dalam cairan, yaitu:
Ø Makin tinggi titik cair suatu gas, makin mendekati zat cair gaya tarik antar molekulnya. Gas dengan titik cair lebih tinggi, kelarutannya lebih besar.
Ø Pelarut terbaik untuk suatu gas ialah pelarut yang gaya tarik antar molekulnya sangat mirip dengan yang dimiliki oleh suatu gas.
Titik didih gas mulia dari atas ke bawah dalam suatu sistem periodik, makin tinggi, dan kelarutannya makin besar.
Pengaruh temperatur (T) dan tekanan (P) terhadap kelarutan, yaitu peningkatan temperatur menguntungkan proses endotermis, sebaliknya penurunan temperatur menguntungkan proses eksotermis. Proses kelarutan zat padat dalam zat cair umumnya berlangsung endoterm akibatnya kenaikan temperatur menaikkan kelarutan. Proses kelarutan gas dalam cair berlangsung eksoterm akibatnya kenaikan temparatur menurunkan kelarutan.
Proses melarut dianggap proses kesetimbangan,

Mengenai Saya

 
Remaisya© Designed by: Compartidisimo