topbella

Jumat, 18 Januari 2013

Fast Food


Fast Food

Fast food is popular because of its method presentation fast food can economize time and effort. But in fact if we look at in side of health, fast food if consumed too often can cause some very dangerous diseases. Why is that?
The first, fast food contains preservatives. If consumed in excess, preservatives will be buried in the body that can damage organ functions such as the liver, heart, brain, spleen, pancreas, kidneys and central nervous system.

The second, the fast food usually contains excessive flavor. If consumed continuously can cause indication of allergy or poisoning called Chinese Restaurant Syndrome, dizziness, queasy, vomiting, causing pain in the chest and heart area.

Actually we can do eat fast food, but not too often. The following tips may be helpful:
Ø Give time limit least 3 days to eat fast food.
Ø Try to eat fruit after eating fast food.
Ø Drink milk believed to neutralize poison.
Ø Expand drinking water.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Report

CAMEL


        Camel has is latin name Camellus dromedaries . It is included in ordo artidactylla and included in the class of mammals. Camel is one of the strongest animals in the world , because the camel can live in the desert with temperatur less than 500 C  survive for days without food and water. Camel can carry the load of hundreds of pounds for days.
Camels have eyelashes linkage system. In case of danger , it is automatically shut down fur. Eyelashes prevent the entry of dust into the eyes. The nose and ears are covered by long hair to protect from dust and sand.
Camel has humps, mounds of fat that is found in the back. Hump camel prepare nutrients for it when it has trouble food and hunger.Its feet have large size with broad soles and bulging. The thickness skin in the sole of feet to protect against the very hot sand.


Resensi Buku Alexandria



Judul  Buku                         : Alexandia
Pengarang                          : Salmon Aristo
Penerbit                              : Gagas Media
Tahun Terbit                      : Cetakan pertama , November 2005
                                                  Cetakan kelima , Januari 2006
Tebal                                   : 196 halaman
Ukuran                                : 11,5 cm x 19 cm


Bagas Gunawan, Alexandra Yasmina dan Raffi Primasto berteman  sejak kecil. Bagas sangat menyukai Alexandria (yang biasa dipanggil Alex) sejak kecil, Raffipun tau akan hal itu. Sampai-sampai Bagas tau semua kesukaan Alex. Mulai dari suka membaca komik dan keinginan Alex untuk pergi ke kota Alexandria. Bagas juga tau kenapa Alex dikasih nama Alexandra, karena ayahnya juga penggemar komik. Nama sebenarnya adalah Alexandra tetapi karena aktenya salah ketik namanya menjadi Alexandria. Raffi sangat dekat dengan Bagas tetapi dia tidak dekat dengan Alex. Setelah mereka dewasa Bagas melanjutkan study ke Melbourne sedangkan Alex dan Raffi tetap study di Jakarta. Raffi masih tetap suka ganti-ganti pacar dan minum-minuman keras. Sampai suatu saat Alex menyadarkannya.  Akhirnya mereka menjadi dekat dan timbullah perasaan cinta di antara mereka.
Akhirnya Bagas pulang ke Jakarta karena studynya telah selesai. Tetapi betapa terkejutnya Bagas menghadapi kenyataan bahwa Alex, orang yang dicintainya justru akan bertunangan dengan Raffi sahabatnya sendiri. Bagas tidak bias menerima semua itu. Sampai suatu saat dia bertemu dengan Dhira, bekas kekasih Raffi. Bagaspun menyusun rencana dengan Dhira untuk menghancurkan hubungan Alex dengan Raffi. Dhira membohongi Alex dan Raffi dengan mengatakan bahwa dia dulu pernah hamil dengan Raffi tetapi digugurkan. Akhirnya Alex marah dengan Raffi dan membatalkan rencana pertunangan mereka.
Bagas dan Dhirapun bahagia karena telah berhasil menghancurkan hubungan Alex dan Raffi. Bagas mencoba mendekati Alex demikian juga dengan Dhira berusaha mendekati Raffi. Tetapi usaha mereka sia-sia, karena ternyata Alex tidak bias melupakan Raffi begitu juga sebaliknya. Akhirnya Bagas dan Dhira menyerah dan berterus terang pada Alex dan Raffi bahwa semua yang dikatakan Dhira adalah bohong. Bagas benar-benar menyesal dan berjanji akan memperbaiki hubungan Raffi dan Alex. Raffi dan Alex akhirnya menikah. Bagas memberikan kado kepada mereka berupa tiket bulan madu ke Alexandria yaitu sebuah kota di Mesir yang dulu sangat diidam-idamkan oleh Alex. Bagas senang melihat kebahagiaan Alex dan Raffi melalui CD yang dikirimkan untuknya. Bagas yakin suatu saat iapun akan bahagia. Mungkin dengan Anjani teman sekantor yang begitu mencintainya.
Kisah tentang persahabatan yang kemudian berubah menjadi sebuah pengkhianatan karena “cinta” membuat cerita itu menjadi menarik. Rangkaian ceritanya yang begitu padu membuat saya seakan-akan ikut andil dalam cerita tersebut. Novel ini memiliki beberapa kata yang kurang dimengerti para pembaca, namun pengarang tidak menjelaskan arti dari kata tersebut. Contohnya kata labirin, menisiki dan kredo.





Batu Pipisan


ZAMAN BATU TENGAH

   A.   NAMA BENDA
Batu Pipisan dan Gandhik

   B.    PENEMU
Batu piipisan dan batu penggilingan tersebut ditemukan Bpk. Engkar ketika menggali tanah untuk pondasi bangunan. Menurut keterangganya, ketika ditemukan batu pipisan dengan batu penggilingan terpisah pada jarak sekitar 50 Cm.

   C.    KEGUNAAN
Batu pipsan dan penggilingan (gandhik) berfunsi untuk menghaluskan ramuan obat. Tanda adanya pemakaian terlihat dari permukaanya yang halus. Pada beberapa candi Jawa Tengah (misalnya ; Borobudur) terdapat relief yang menggambarkan orang meramu obat.Selain itu juga digunakan untuk menggiling makanan dan untuk menghaluskan cat merah. Sampai sekarang batu pipisan dan gandhik, belum pernah ditemukan dalam satu konteks dengan tinggalan masa pra-sejarah. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa benda arkeologis tersebut secara kronologis berasal dari masa klasik, mungkin dari jaman kerajaan Sunda Kuno.

   D.    DAERAH PENEMUAN
Ditemukan di halaman rumh Bpk. Engkar bin Sugandi, Kampung Sindangsari RT 03/02, Desa Cinunuk. Lokasi penemuan merupakan suatu perkampungan padat penduduk. Secara geografis wilayah ini berada pada koordinat 7º 10’ 40’ LS dan 107º 57’ 53’ BT. Bentang alam daerah tersebut merupakan pedataran vulkanik dengan ketinggian sekitar 700 m. di atas permukaan laut.


Mencontek Pada Saat Ulangan


MENCONTEK PADA SAAT ULANGAN

Mencontek adalah hal yang tidak asing bagi pelajar pada masa kini. Pelajar sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa. Tetapi juga diketahui mencontek merupakan hal yang tidak baik, maka kita harus menjauhinya.

Faktor Penyebab :
v  Ingin mendapatkan nilai yang bagus.
v  Ingin cepat menyelesaikan soal dan segera keluar dari ruang tes.
v  Tidak percaya diri terhadap jawabannya.
v  Malas belajar, sehingga memacu untuk mencontek.
v  Takut remidi karena KKM tinggi.

Tujuan :
ü  Menyadarkan bahwa mencontek itu adalah perbuatan yang tercela.
ü  Menyadarkan akan kemampuan diri sendiri.
ü  Supaya siswa tidak bergantung pada orang lain.
ü  Menyadarkan bahwa mencontek juga merugikan orang lain.

Dampak :
Dampak positif (+) :
  • Mendapatkan nilai yang tinggi tanpa berusaha.
Dampak negatif (-) :
  • Jika ketahuan mencontek akan dikeluarkan dari ruang tes atau dikurangi nilainya
  • Menipu diri sendiri.
  • Jika mencontek terlalu sering akan dijuluki “contekers” di suatu kelas.
  • Jika sering mencontek, teman-teman akan menganggap remeh atau tidak percaya akan kemampuannya.

Solusi :
Ø  Menanamkan iman bahwa mencontek adalah perbuatan yang tidak terpuji. Caranya dengan mendekatkan diri kepada Allah.
Ø  Yakin akan diri sendiri, bahwa tanpa mencontek kita mampu mengerjakan.
Ø  Belajar dengan sungguh-sungguh.
Ø  Belajar dengan rutin. Jangan hanya belajar kalau akan ulangan.

Kesimpulan :
Mencontek adalah perilaku yang tidak terpuji atau tidak baik. Sehingga untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas dimata Allah dan semua orang kita sebagai pelajar harus meninggalkan kebiasaan tersebut !

Mengenai Saya

 
Remaisya© Designed by: Compartidisimo